Home arrow Kolom Merta Ada arrow Catatan Penting arrow Emosi dan Ambisi penyebab sakit.
Emosi dan Ambisi penyebab sakit. PDF Print E-mail

21/08/08
Emosi dan Ambisi penyebab sakit.

Saya sering mengingatkan sahabat meditasi untuk rajin bermeditasi agar pikiran harmonis kuat dan reaksi baik di memori banyak.Mengapa?

 Karena pikiran bergerak dalam kehidupan kita terbagi menjadi 3 :
1.sadar
2.setengah sadar
3.dibawah sadar.
Yang kita sadari dalam kehidupan sehari-hari pada umumnya tidak lebih dari 5%.Ketika kita berbuat dengan pikiran sadar,kita dapat memutuskan mau berbuat baik atau buruk tapi dia hanya 5% Dalam kehidupan sehari-hari pikiran dibawah sadar dan memori bawah sadar bergerak ,mengevaluasi,berkalkulasi dan bereaksi tidak bisa kita kontrol.Gema pikiran harmonis yang kita latih dan gema reaksi baik dalam berlatih meditasi akan menjadi pikiran dibawah sadar yang baik .Kalau mereka dominan dibawah sadar ada kemungkinan memori baik kita sering muncul dan pikiran bawah sadar kita banyak berbuat baik sehingga keseimbangan system tubuh terjaga.Tapi bila dalam kehidupan sehari-hari kita pikiran sadar kita banyak tegang dalam bentuk kawatir,marah dan benci menjadi emosi,tegang dalam bentuk ingin menguasai,serakah,dan mementingkan diri sendiri,ego,maka menjadi ambisi.Emosi dan ambisi ini terus bergerak dibawah sadar membuat hormon andrenalin dan kortisol kita tidak seimbang dan berlebihan lalu kita ketagihan yang menyebabkan ketidakseimbangan system tubuh dan stress dipikiran maka akan timbul banyak penyakit seperti pengeroposan tulang,penyakit tak terkontrolnya imunsystem,kanker ,atritis dan lain-lainnya.
Dalam berlatih tapabrata/meditasi Intensive di hari kelima,pikiran harmonis menjadi tajam.Badan dan memori sedang sensitve dan gembur.Pada hari penyembuhan ini,sangat kuat proses pembentukan pikiran dan memori dibawah sadar yang baik ,sehingga banyak penyembuhan stress dan penyembuhan penyakit badan terjadi.Yang lebih penting lagi,setelah kembali ke kehidupan sehari-hari gemanya dibawah sadar terus melakukan penyembuhan tanpa kita sadari dan memberi ketenangan.

Saya masih sedang mengajar tapabrata dalam bhs Inggris di Pacung Bali di hari ke lima.

SSHB,pak merta Ada.