| Meditasi Usada I (Tahap 2) |
|
|
|
|
Prakata Kalau para pembaca mengikuti instruksi latihan Meditasi Usada minggu lalu dengan seksama dan berlatih dengan tekun, maka saat ini seharusnya sudah dapat duduk dengan tekun 30 menit tanpsa menggeserkan posisi. Mungkin konsentrasi yang dilatih belum kuat, tapi mampu duduk 30 menit sudah merupakan kemajuan dari pikiran yang mulai lebih kuat, terkontrol, tidak dikalahkan dengan mudah oleh rasa sakit yang muncul dari badan. Jika dalam latihan 30 menit, dengan menggunakan hitungan 1 – 10 sambil merasakan nafas dalam hidung, pikiran masih sering melamun, hal tersebut adalah wajar. Sebagai seorang pemula diharapkan berlatih dengan tekun sehingga kalau instruksi diikuti maka dalam waktu 3 minggu pikiran harmonis akan terbentuk lebih kuat. Meditasi Usada I/ 2 Terbentuknya badan manusia pada umumnya diawali oleh pertemuan sel mani dan sel telur dari orang tuanya. Badan manusia kalu dipilah – pilah tediri dari kumpulan organ-organ, rangkaian tulang, dll. Semua bagian-bagian tersebut merupakan kumpulan dari bintik-bintik kecil yang disebut “atom”. Bila atom ini dibagi-bagi lagi maka akan didapatkan partikel-partikel kecil yang disebut “Quark”. Untuk memperoleh quark ini, di negara-negara yang mempunyai tehnologi canggih menggunakan alat-alat yang modern, atom yang satu dibenturkan dengan atom yang lain. Dalam ilmu meditasi, dengan tekun bermeditasi maka badan dapat dapat dirasakan bagian demi bagian sampai yang terkecil, dari organ sampai ke atom yang terkecil. Dengan kemampuan pikiran yang kuat guru-guru meditasi telah mengetahui bahwa partikel yang terkecil di tubuh ini yang disebut “Zat mutlak” kalau dipecah akan lenyap, hanya berupa “energi” (elemen abstrak) yang disebut elemen tanah (keras, lembut, kasar, halus, berat, ringan), elemen air (melekat, mengurai), elemen api (panas, dingin), dan elemen angin (mengembang, mendesak). Energi (4 elemen abstrak) ini yang berkumpul membentuk zat mutlak, atom, molekul-molekul dan akhirnya organ-organ ditubuh. (lihat gambar) Energi-energi ini yang mendukung perkembangan pertemuan sel mani + sel telur terus menerus dari terbentuknya janin hingga lahir menjadi bayi sampai dewasa berasal dari energi : \ 1. Makanan. 2. Temperatur / panas. 3. Pikiran. 4. Perbuatan. Energi-energi ini ada yang negatif yang membuat kita sakit / lemah, ada juga yang positif yang menyehatkan tubuh atau pun netral yang selalu muncul bersama energi positif maupun negatif. 1. Energi makanan Setiap manusia membutuhkan udara, minuman, makanan guna mendukung kehidupan ini. Sebagian masuk ke tubuh melalui mulut, terus ke lambung dan diserap di usus lalu di edarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Ada sebagian melalui hidung ke paru-paru lalu ke jantung dan akhirnya ke darah ke seluruh tubuh. 2. Energi temperatur Setiap perubahan temperatur mempengaruhi kesehatan badan. Pada umumnya temperatur badan 37C – 37.5C . Bila disebabkan suatu hal lalu tejadi perubahan yang drastis, terlalu panas atau terlalu dingin badan memerlukan penyesuaian, bila perubahan- perubahan ini berlangsung cepat dan berulang kali dapat memperlemah kesehatan tetapi kalau panas badan dapat kita pertahankan dengan teratur membantu menjaga kesehatan. 3. Energi pikiran Setiap kontak yang terjadi melalui 5 indria akan menimbulkan energi. Saat pikiran muncul dengan sifat yang marah, khawatir, benci dan iri menimbulkan energi buruk yang bersifat panas mengakibatkan penyakit-penyakit seperti: darah tinggi, pengapuran, kaku-kaku di badan, flek-flek hitam di wajah dll. Saat pikiran muncul dengan sifat: melekat, kecanduan, serakah, sombong, kikir menimbulkan energi buruk yang bersifat dingin dapat mengakibatkan penyakit kolestrol, trigliserida, impoten, jerawat, dll. Saat pikiran muncul dengan sifat-sifat seperti: waspada, sadar, bijaksana, tenang, penuh cinta kasih menimbulkan energi baik bersifat hangat sesuai dengan kebutuhan kodrat badan manusia sehingga menjadi sehat dan membantu menyembuhkan sakit kita. 4. Energi perbuatan Bila pikiran muncul, lalu terjadi penekanan lebih kuat maka perbuatan terjadi melaluiucapan, badan maupun berpikir. Energi yang ditimbulkan akan lebih kuat dibandingkan dengan energi pikiran karena sebagian langsung berakibat sekarang ketika berbuat tetapi sebagian tersimpan dan akan mencul ketika kondisi tepat, energi baik memberi kesehatan sedangkan energi buruk mengakibatkan sakit/ lemah. Contohnya: Seseorang yang mengalami kekecewaan karena di perlakukan tidak adil Ketika masih muda, dia sangat marah, uring-uringan sehingga menimbulkan energi panas muka kelihatan lebih tua dari usia sebenarnya, juga setelah beberapa tahun Dapat menimbulkan penyakit kanker darah putih karena limpe-nya mengalami gangguan dan beberapa fungsi organ tubuhnya berfungsi lebih aktif (panas). Ketika kita bermeditasi kita berusaha untuk menimbulkan energi baik dari pikiran maupun perbuatan sehingga dapat membantu menyembuhkan dan menyehatkan badan kita dari dalam dengan tetap berusaha juga meyembuhkan dan menyehatkan dari luar berupa makanan / obat yang baik sesuai petunujk para ahlinya (dokter ). Latihan Tahap 2 Berusaha memusatkan pikiran pada satu objek merupakan cara untuk melatih konsentrasi. Inilah yang telah kita latih pada tahap I. Pikiran ditempatkan di dalam lubang hidung. Pikiran diikat pada satu objek, yakni nafas. Nafas masuk dan nafas keluar dengan menggunakan hitungan 1 – 10. Pikiran itu memang liar, tidak mudah diatur. Pikiran selalu menggelepar. Ada yang memberi perumpamaan, pikiran itu seperti seekor kera. Walaupun telah diikat dan di kaitkan di satu tempat, kera kecil itu tidak akan pernah bisa diam. Dia selalu melompat dan terus melompat, seakan-akan tidak mengenal lelah. Pikiran yang dilatih konsentrasi tidak ubahnya seperti satpam yang kita beri tugas untuk menjaga pintu gerbang. Dia harus berdiam diri untuk ada di tempat. Bila dia tidak di tempat, kita harus mengembalikan pada tempatnya. Tariklah dia, tempatkan kembali dan latih untuk tetap pada tugasnya untuk merasakan nafas sambil menghitung 1 – 10. Kini, kita akan melatih kesadaran. Pikiran yang waspada, eling, tahu kondisi pada saat ini. Satpam yang bertugas kita beri perintah baru. Dia harus mengetahui bahwa ada yang masuk dan ada yang keluar. Dia harus mengamati apa yang terjadi saat ini. Apakah ada yang masuk dan yang keluar. Bernafaslah secara alami. Biarkan badan yang bernafas, pikiran hanya merasakan dan sadar pada nafas. Tidak menjadi persoalan, mungkin nafas panjang / pendek. Pikiran terus dilatih untuk menyadari hanya nafas masuk dan nafas keluar. Kita tidak berlatih berhitung lagi. Konsentrasi yang kita latih sebelumnya, dianggap telah agak mantap, lanjutkan untuk memperhatikan hanya nafas masuk dan keluar. Sadarlah apa yang terjadi saat ini. Tahu bahwa nafas masuk dan nafas keluar secara alami. Amatilah nafas masuk dan keluar. Sadarlah pada saat ini, nafas tersebut masuk dan kemudian keluar. Jangan memikirkan masa lalu karena semuanya hanyalah khayalan. Pikirkanlah saat ini. Sadarlah. Eling.Waspada. Bila melamun, kita tahu bahwa pada saat ini kita sedang melamun. Seharusnya kita bermeditasi. Tariklah pikiran kembali pada tempatnya. Kembali mengamati nafas masuk dan keluar. Inilah cara kita untuk melatih kesadaran. Merasakan nafas adalah “konsentrasi”, ada pada saat ini adalah “kesadaran”. Dengan tekun berlatih seperti ini maka bibit pikiran harmonis bertambah kuat, sebagai dasar untuk melatih kebijaksanaan di kesempatan selanjutnya. Ringkasan Latihan Tahap 2 (Untuk Menguatkan Kesadaran) 1. Duduklah dengan rileks sesuai dengan posisi duduk yang dipilih, punggung tegak. 2. Berdoalah sesuai dengan keyakinan masing-masing di dalam hati. 3. Lalu ucapkanlah “semoga semua mahluk berbahagia” (tiga kali). 4. Bernapaslah secara alami, biarkan badan yang bernapas, bukan pikiran kita. 5. Rasakan aliran udara yang keluar masuk melalui hidung, saat aliran napas masuk atau keluar kita tahu dan sadar akan keadaan saat itu. 6. Jangan melamunkan hal-hal yang telah lalu maupun yang akan datang. 7. Pertahankan kesadaran kita pada keadaan yang ada saat itu. Lakukan selama 30 menit. 8. Tutup latihan meditasi usada dengan mengucapkan “semoga semua mahluk berbahagia “ (tiga kali). CATATAN : Untuk melihat Teknik Meditasi Usada I secara lengkap (sampai dengan tahap ke-8) , silahkan kunjungi menu Download kami.
|









