| Latihan dan prosesnya. |
|
|
|
|
CERAMAH INSPIRASI MEDITASI Oleh : Bp. Merta Ada Latihan dan prosesnya. Hidup selalu terdiri dari 3 hal yaitu Teori, Latihan, dan Praktek. Pada umumnya yang kita inginkan selalu teori dan praktek saja, tanpa memperhatikan latihannya. Salah satu contohnya adalah membaca buku. Ketika membaca buku, keinginan pertama yang muncul adalah untuk mempraktekkan apa yang sedang kita baca dan tidak berkeinginan untuk melatih. Itulah yang menyebabkan kekuatannya hilang. Sebab sebenarnya kekuatan akan muncul jika dilatih. Contoh lainnya adalah Seorang pelatih basket yang sangat terkenal di Amerika. Dia telah membawa club NBA-nya menjadi juara berturut-turut beberapa kali. Apakah rahasianya, sehingga ia mampu membawa clubnya yang semula tidak terkenal kemudian menjadi terkenal? Dan selalu menjadi juara? Rahasianya adalah latihan, latihan dan latihan. Dia menganggap teori adalah mudah, bisa diperoleh hanya dengan membaca buku. Prakteknya juga mudah, di AS banyak ada kompetisi/ pertandingan basket. Tapi untuk melakukan pertandingan dengan hasil yang terbaik, diperlukan latihan yang tekun. Dalam meditasi juga sama. Ada teorinya tentang pengertian hidup, tentang badan dan pikiran. Prakteknya, dapat diterapkan dalam pengertian hidup sehari-hari. Supaya kita dapat menjadi orang yang sabar, tenang dan sehat maka diperlukan latihan yang tekun. Latihan dapat dilakukan di center maupun di rumah sehari-hari. Ingatlah salah satu tujuan kita datang ke center adalah untuk berlatih meditasi. Melalui latihan yang tekun, maka dengan sendirinya ketenangan dan kesehatan akan kita peroleh. Salah satu contoh ceritanya adalah; Dahulu kala hiduplah seorang pemuda malas yang sakit-sakitan. Dia sudah berobat kemana-mana tapi penyakitnya tidak kunjung sembuh juga. Suatu hari seorang guru yang sangat bijaksana datang ke desanya. Pemuda ini mendengar berita tersebut, dia pun menunggu guru yang bijaksana itu lewat di depan rumahnya. Dia berpikir, kalau guru yang hebat itu lewat, dia akan bertanya. Ada banyak pertanyaan telah ia persiapkan. Beberapa hari kemudian akhirnya guru yang hebat itu lewat di depan rumanya, kemudian pemuda ini bertanya, “Guru, mengapa saya selalu sakit-sakitan? Saya sudah berobat kemana-mana, tapi tidak sembuh juga. Apakah saya ini terkena black magic?Atau nasib buruk saya? Atau karena karma buruk saya? Atau karena saya disalahkan oleh leluhur? Tolong saya guru, saya ingin sembuh. Apa sebaiknya yang saya lakukan supaya saya menjadi sehat kembali?” Guru ini diam sebentar setelah mendengar pertanyaan dari pemuda itu. Kemudian guru yang hebat itu berkata, “Saya setiap setahun sekali selalu melewati tempat ini. Saya ingin ketika saya lewat tahun depan, kamu sudah sehat. Saya akan menengok kamu disini apakah kamu sudah sehat atau belum. Untuk itu kamu harus mengikuti petunjuk saya. Kamu harus berjanji akan melakukannya dengan baik. Saya yakin saat saya lewat tahun depan, kamu pasti sudah sembuh.”. “Saya berjanji akan mengikuti petunjuk guru” jawab pemuda itu. Guru ini melihat ada sebuh batu besar di sebelah kanan rumah si pemuda. Batu itu cukup besar, beratnya mungkin hampir 1 ton. Guru ini lalu mengatakan “Batu yang ada di sebelah kanan rumahmu itulah yang menyebabkan kamu sakit. Kamu harus memindahkannya ke kiri. Kamu harus memindahkannya sendiri tanpa bantuan siapa pun. Kamu harus mendorongnya sendiri. Nah lagi setahun, saya akan datang untuk melihatmu” “Baik, guru” Jawab pemuda itu. Setelah gurunya pergi, setiap pagi dan sore, pemuda itu mendorong batu. Batu yang berat itu tidak berpindah sedikit pun dari tempatnya. Tapi karena dia takut kepada gurunya, pemuda itu tetap melakukannya setiap hari. Setahun kemudian gurunya datang. Batu itu masih tetap berada di tempatnya. Pemuda itu dengan perasaan takut, menghadap gurunya “Maafkan saya guru. Saya tidak bisa memindahkan batu itu. Saya sudah berusaha setiap pagi dan sore saya mendorongnya. Tapi karena terlalu berat, batu itu tidak bergeser sedikit pun dari tempatnya”. Gurunya lalu berkata, “Tidak jadi persoalan batu itu pindah atau tidak, yang penting sekarang, kamu bertambah sehat. Sebenarnya tanpa kamu sadari dengan mendorong batu itu setiap hari, kamu telah melatih otot-ototmu sehingga lama-lama menjadi kuat dan kamu bertambah sehat.” “Hasilnya tidak penting, yang penting adalah prosesnya.” Sama halnya dengan meditasi, hasilnya adalah untuk ketenangan, kesehatan. Jangan pikirkan hasilnya itu. Rasakan saja napas keluar dan masuk, rasakan badan. Terus melakukannya setiap hari, kalau sudah biasa lama-lama secara otomatis badan kita akan sehat dan pikiran menjadi tenang. Tapi jika kita selalu memikirkan hasilnya, tanpa kita sadari kita akan membuat pikiran kita kuatir, gelisah, sehingga mengakibatkan badan kita menjadi rusak. Oleh sebab itu hasil jangan dipikirkan dulu, yang penting prosesnya yang dilakukan dengan baik dan tekun. Ditulis oleh Ayu/ Tim BU SENIN, 22 OKTOBER 2007 di BUC Sanur. |









