Home arrow Kolom Merta Ada arrow Ceramah Inspirasi Meditasi arrow Nasib baik, nasib buruk. Pikiran baik, pikiran buruk.
Nasib baik, nasib buruk. Pikiran baik, pikiran buruk. PDF Print E-mail
CERAMAH INSPIRASI MEDITASI
Oleh : Bp. Merta Ada

 “Nasib baik, nasib buruk. Pikiran baik, pikiran buruk.” 

 Dalam kehidupan sehari-hari kita harus membedakan antara nasib baik nasib buruk dan pikiran baik pikiran buruk. Sebab, bisa saja terjadi orang yang nasibnya baik dan nasib buruk pada saat tertentu tapi pikirannya yang muncul adalah pikiran buruk. Padahal nasibnya baik tapi pikiran yang muncul buruk. Yang kedua dalam kehidupan sehari-hari nasib baik dan nasib buruk tapi pikiran yang muncul baik. Inilah yang paling penting. Dalam kehidupan ini semuanya sulit kita kontrol. 
Contohnya:
1. saya pernah baca di internet, dimana nasib buruk yang datang berturut-turut, seorang narapidana. Kejadian sesungguhnya yang terjadi di Inggris, beberapa hari yang lalu. Dia memperkosa seorang perempuan, 16 tahun yang lalu. Setelah memperkosa dia dihukum 20 tahun penjara. Dia menjalani hukumannya total 15 tahun karena ada remisi. 

Beberapa hari yang lalu dia baru keluar dari penjara. Saat itu nasib baiknya datang. Begitu dia keluar, dengan sisa uang yang dia miliki, dia membeli lotre. Besoknya ternyata dia menang, dia mendapat uang 37 juta dolar. Karena dia menang, dia diwawancarai oleh reporter TV. Lalu gadis yang pernah dia perkosa itu menonton dan tahu laki-laki ini sekarang mempunyai uang banyak. Dia tidak rela seorang penjahat, baru keluar dari penjara, sudah dapat uang banyak. Lalu gadis ini menuntut laki-laki itu. Sebab di Inggris ada peraturan, jika ada orang yang memperkosa, hukuman pidananya adalah dipenjara. Tapi akibat buruk bagi korban adalah selamanya menanggung malu, minder, tidak berhasil dalam hidup, maka pemerkosa harus mengganti dengan uang sesuai dengan kekayaannya. Jadi uang yang dia peroleh 37 juta dolar itu sekarang habis dituntut oleh gadis yang pernah dia perkosa 16 tahun yang lalu. Nasib baik nasib buruk itu tidak dapat kita prediksi munculnya. Baru saja bersenang-senang mendapat uang banyak ,beberapa menitnya lagi sudah habis diklaim oleh korban yang pernah dia perkosa.
Coba bayangkan ketika kita seperti itu, ketika mendapat 37 juta dolar, rasanya bahagia sekali. Tapi begitu diklaim lalu uang itu hilang, pasti kita merasa sedih sekali. Itu terjadi karena pikiran baik dan pikiran buruk kita belum kuat. Maksudnya pikiran baik kita belum kuat, pikiran buruk kita yang kuat. Maksudnya ketika pikiran senang, dia senang sekali. Tapi ketika sedih, dia sedih sekali. Kalau pikiran yang baik sifatnya, kalau ada yang senang, disyukuri, kalau ada yang tidak senang, dipasrahkan, dengan seimbang, sadar dan bijaksana. Tidak ada salahnya kita senang. Tapi kalau pun jelek datang, kita harus berani menghadapi. Ini tujuan kita melatih menguatkan pikiran harmonis. 

2.Saya ada contoh lagi, kebetulan sama-sama tentang menang lotre. Kejadiannya di Jerman, ada seorang suami istri yang umurnya sudah tua, lebih dari 70 tahun. Karena sudah pensiun (tidak ada kesibukan) setiap minggu mereka membeli lotre. Suatu hari istrinya meninggal. Karena setiap minggu membeli lotre, Walaupun istrinya sudah tidak ada, kakek ini tetap membeli lotre setiap minggu Walaupun dia tidak senang main lotre. 3 minggu yang lalu kakek ini main lotre dan menang kurang lebih 100 milyar (kalau dirupiahkan). Yang menjadi persoalannya sekarang adalah kakek ini tidak mau menerima hadiah itu. Jadi perusahaan lotre itu merasa susah, sebab ada orang yang menang, dikasih uang tidak mau. Pemilik usaha lotre ini berkata, “Pak, diterima uangnya. Tanda tangani saja disini.” Lalu kakek ini bilang, 
“Untuk apa saya menerima uang itu semua kebutuhan saya sudah terpenuhi, saya sudah tua untuk apa uang sebanyak itu. Saya tidak mau!!” Ini namanya nasib baik muncul, tapi orangnya tidak mau menerima. Kakek ini tetap tidak mau Walaupun dipaksa, lalu pemilik usaha lotre ini bertanya, “Kenapa Kakek membeli lotre kalau tidak mau menerima hadiahnya?” Lalu kakek ini menjawab, “Sewaktu istri saya masih hidup kami setiap minggu membeli lotre. Jadi saya sekarang tetap menjalani kebiasaan saja.”

 Nasib baik dan nasib buruk itu tidak sama dengan pikiran baik dan pikiran buruk. Coba kalau kita amati dari 3 hari yang lalu berapa nasib buruk yang muncul dalam hidup kita dan berapa pikiran buruk yang muncul dalam pikiran kita selama 3 hari ini. Bagaimana kita menghadapi? pikiran baik atau pikiran buruk yang lebih banyak muncul dalam 3 hari ini. kalau nasib baik nasib buruk ini tidak bisa di kontrol. Tapi kalau pikiran baik pikiran buruk ini bisa dikontrol dan bisa dilatih. Dia yang ikut menentukan apakah nasib baik atau nasib buruk yang akan munculpada saat akan datang.

 Saya kasih contoh, dalam 3 hari ini saya mempunyai nasib buruk yang banyak. Dalam artian mungkin tidak keras, karena orang lain yang mengalami. Umpamanya dari kemarin pagi. Sekitar jam 3 hujannya lebat sekali. Saat saya bangun jam 4 pagi, saya dengar suara air, kamar saya bocor, sehingga banyak air menggennang di kamar saya. Ketika istri saya bangun dia reflek begitu melihat air dia loncat cepat-cepat ke kamar mandi mau mengambil ember. Istri saya terpeleset jatuh, kepalanya terbentur brankas. Saya liat istri saya lama tidak bangun, dia pingsan. Saya mau ngangkat, tidak kuat. Airnya sudah setinggi + 10 cm. Lalu saya angkat kepalanya, karena saya mengerti ilmu meditasi lalu saya urut punggungnya memberi energi, dua menit kemudian dia siuman. Sekarang sudah sehat, sudah normal kembali walaupun masih ada memar di kepalanya.. Setelah yang saya alami itu saya renungkan, ini nasib buruk yang datang. Hujan datang tanpa kita duga. Kalau saya marah, panik, pikiran buruk muncul pada saat itu. Kalau seorang suami yang tidak mengerti, kalau menghadapi situasi seperti itu pasti marah-marah menyalahkan istri yang teledor, panic, maka pikiran buruk yang muncul. Tapi karena kita memiliki pikiran harmonis, maka hadapi hal seperti itu dengan ketenangan.

 Siangnya saya kembali dapat kabar, ada sesepuh orang yang saya hormati, meninggal dunia. Besoknya saudara sepupu saya meninggal dunia. Banyak sekali nasib buruk muncul. Tapi karena kita mengerti kalau orang meninggal itu wajar, ada yang muda, ada yang remaja, kadang-kadang ada yang tua, kita sudah berusaha sebaik mungkin merawat dan menjaga tapi meninggal juga maka kita pasrahkan. Sehingga pikiran baik masih tetap muncul. Mengapa pikiran baik bisa muncul, karena kita sering latih, sehingga menjadi kebiasaan. Kalau sering kali kita ragu-ragu, marah, kuatir, menyalahkan orang lain. Begitu nasib buruk datang maka kita akan menyalahkan orang lain, gelisah, ini yang dapat mengakibatkan pikiran kita rusak, ketika kita perlukan yang baik muncul, dia tidak mau muncul. Kalau kita berlatih meditasi seperti itulah, kalau napas kita pendek, terimalah bahwa dia pendek,kalau dia panjang tahu dia panjang. Kadang-kadang badan kita bergerak sedikit, terimalah dengan sadar bijaksana, maka pelan-pelankekuatan pikiran baik akan terlatih dan bertambah kuat, kesehatan dan ketenangan akan lebih mudah miliki.

SENIN, 12 NOVEMBER 2007,ditulis oleh Ayu/Tim BU,di BUC Sanur.