Home arrow Kolom Merta Ada arrow Ceramah Inspirasi Meditasi arrow Hari-hari yang berenergy kuat.
Hari-hari yang berenergy kuat. PDF Print E-mail

CERAMAH INSPIRASI MEDITASI
Oleh : Bp. Merta Ada

Hari-hari yang berenergy kuat.


Pada hari-hari tertentu bumi, matahari, bulan dan planet-planet di alam semesta ini berada pada posisi tertentu yang menimbulkan pengaruh energi dari magma bumi yang akan memancarkan energi khusus yang lebih kuat dari biasa sehingga terasa mencekam. Biasanya dalam kehidupan masyarakat di Bali disebut hari kajeng kliwon yang menganggap hari yang keramat / angker sehingga ketakutan dan kekhawatiran selalu muncul di pikiran. Sehingga saat energi yang muncul dari magma bumi ini menghantam badan, suasana dalam hidup kita akan terasa lebih mencekam. Itu sebabnya para leluhur kita menasehati agar selalu melakukan persembahyangan. Sebab umumnya orang sembahyang selalu berpikiran baik, sehingga saat energi bumi menghantam badan, energi ini tidak akan memberikan pengaruh yang negative malahan memberi pengaruh yang baik.

 Saya berikan sebuah contoh; ada seorang ibu datang berkonsultasi pada saya. Dia mengeluhkan anaknya yang masih bayi selalu menangis setiap menjelang hari kajeng kliwon. Lalu saya jelaskan kepada ibu itu penyebabnya, kemudian saya berikan dia sebuah kristal kecil yang telah saya program dengan penuh cinta kasih. Kristal itu diprogram supaya setiap energi yang masuk akan dipancarkan keluar kembali menjadi energi cinta kasih. Saya mengatakan kepada ibu itu untuk meletakkan kristal ini di bawah tempat tidur anaknya. Beberapa hari kemudian ketika hari kajeng kliwon anaknya tidak nangis lagi. 

 Energi yang datang dari bumi akan melewati kristal, sehingga yang terpancar adalah energi cinta kasih, sehingga menimbulkan rasa enak. Itu sebabnya di Bali maupun di daerah lain kalau membuat rumah atau tempat ibadah, biasanya di bawah bangunan itu ditanam batu kristal atau permata. Sebab energi yang datang dari bumi, akan melewati batu itu, kemudian energi akan dipancarkan melalui batu tersebut. Sebetulnya apa yang ditulis dalam primbon tentang hari keramat / angker, memang betul ada. Hanya saja semuanya tergantung pada bagaimana cara kita menghadapinya.
 Kalau yang saya mengerti, hampir semua bulan purnama merupakan hari yang sangat baik,mudah menguatkan yang baik. 
Sebaliknya saat bulan mati, sangat mudah untuk memunculkan buruk dari memori. Tapi kalau kita bisa bermeditasi, sebab memori buruk yang muncul kita sadari, sehingga dapat menetralisir,dilepaskan sehingga pembersihan diri terjadi lebih kuat. Di Bali ada disebut Tilem kapitu (bulan gelap ke-7) dimana pada saat itu bulan yang paling gelap daripada bulan gelap lainnya. Saat-saat seperti itu sangat tajam untuk menarik energi buruk. Itu sebabnya di Bali setiap bulan gelap ke-7, selalu dirayakan dengan persembahyangan, bermeditasi semalaman. Sehingga energi atau memori buruk yang ada di badan kita biarkan dia keluar. Keesokan harinya, badan akan terasa enak. Memang betul hari-hari seperti itu ada maknanya. 

Kita harus tetap ingat bahwa pikiran tetap sebagai ‘pemimpin’. Kalau ada hari yang baik atau buruk, kalau pemimpinnya jelek, tetap dia menjadi jelek sedangkan kalau pikiran baik, tidak menjadi persoalan karena akan menjadi baik. 
 Sebetulnya alam semesta ini sudah memunculkan kondisi tertentu sehingga kita lebih mudah melatih pikiran kita. Zaman sekarang ini disebut namanya zaman kaliyuga. Kalau di kitab suci ada yang menyebut namanya zaman pedang. Sekarang ini orang-orang lebih mudah marah, mudah bermusuhan, setiap hal-hal yang buruk lebih mudah muncul. Semuanya tergantung dari pikiran kita. kalau sudah tahu sekarang ini zaman pedang, marah mudah muncul, darah tinggi mudah muncul, migrain mudah muncul, maka kita harus banyak melatih cinta kasih. Pada zaman pedang (kali yuga), penyakit yang paling mudah muncul adalah marah, benci, iri, kuatir. Ini zamannya. Kalau kita sudah tahu marah muncul, kita harus banyak melatih cinta kasih kita, merasakan badan dengan lembut, merasakan napas dengan lembut, mengahadapi orang dengan lembut, sehingga zaman ini tidak merusak diri kita. sebab kita pimpin dia dengan cinta kasih. bila kita tidak melatih cinta kasih kita, sedikit-sedikit kita marah, benci, tegang sedikit, kita kuatir. Orang lain sukses, kita iri, kita merusak diri kita. 

Jika ada kawan-kawan yang mengatakan bahwa hari-hari itu ada maknanya,menurut saya berenergy kuat, itu memang betul,Leluhur kita, beliau mempunyai kemampuan yang hebat untuk melihat hari-hari itu. Untuk itu kita harus selalu berusaha, pikiran baik kita yang memimpin pada saat itu. Kalau kita mengetahui hari ini hari kliwon, maka kita harus gunakan hari ini untuk bermeditasi dengan baik. Kalau dapat merasakan, saat bermeditasi energi yang muncul dari bumi terasa lebih kuat dari pada di hari yang lain, mengakibatkan memori marah, benci, iri dan kuatir akan lebih mudah kita bersihkan,pikiran harmonis kita bisa latih makin kuat untuk kesehatan,ketenangan dan kebahagiaan menghadapi hidup ini.

SENIN, 19 NOVEMBER 2007 ditulis oleh Ayu/Tim BU di BUC sanur