| Kekuatan Pikiran dan Diagnose. |
|
|
|
|
CERAMAH INSPIRASI MEDITASI Oleh : Bp. Merta Ada Kekuatan Pikiran dan Diagnose. Kita selalu berusaha setiap minggu untuk melatih diri supaya pikiran harmonis bertambah kuat. Untuk menyehatkan badan, dan menenangkan pikiran. Hari ini saya ingin memberikan sebuah contoh, bagaimana kekuatan pikiran tersebut dapat kita gunakan untuk banyak hal. Kurang lebih sekitar 3 minggu yang lalu, salah seorang siswa Bali Usada yang berada di Jakarta, menelpon saya. “Pak Merta Ada, suami saya sakit. Sudah seminggu dirawat di Rumah Sakit Medistra. Sampai saat ini dokter belum dapat mengetahui penyakitnya. Panasnya naik turun. Saat ini dia sudah tidak bisa berpikir, ia menjadi pelupa, matanya perlahan-lahan tidak bisa melihat, mulutnya bergerak-gerak tidak bisa dikontrol.” demikian ibu itu menelpon saya. Karena pada saat itu saya sibuk, saya hanya bilang “ya, besok saya periksa.” Keesokan paginya, saya periksa. Saya belum dapat memastikan penyakitnya, saya terus berusaha untuk mendeteksi penyebabnya. 3 hari kemudian, ibu itu sambil menangis menelpon Bp. Agus Wiyono, asisten saya. Dia mengatakan kalau keadaan suaminya semakin gawat. Tangan dan kakinya kejang-kejang dan kehilangan kesadaran. Bp. Agus menyarankan agar ibu itu melepon saya. Akhirnya dia menelpon saya “Kalau begini keadaan suami saya, apa boleh saya bawa ke Singapore saja?”. Tentu saja saya mengijinkan, sebab saya tahu disana peralatan kedokterannya lebih lengkap. Pagi itu kembali saya periksa, dan saya menemukan satu jenis virus yang masuk ke saluran pencernaannya dan aktif berkembang di perut sehingga menyebabkan ganglionnya kaku, syaraf di otaknya menjadi kaku, sehingga mengakibatkan kehilangan kemampuan untuk berpikir. Sampai di Singapore, keadaannya sudah sangat parah. Kebetulan saja waktu itu saya dan beberapa asisten sedang dalam perjalanan menuju ke Singaraja untuk melayat ke rumah alm. Bp. Gorda. Sekitar jam 10 pagi, kami memutuskan untuk duduk bermeditasi bersama-sama (+ 7 orang). Semua asisten yang ikut bermeditasi mengirimkan energi ke punggung saya. Kemudian energi yang terkumpul, saya kirimkan kepada murid kita itu yang sedang dirawat di Singapore. Bayangkan, 6 orang yang meditasinya bagus-bagus mengirimkan energi ke badan saya sehingga badan saya menjadi begitu kuat, tegang, yang awas. Ketika saya mengarahkan pikiran saya ke pasien itu, saya melihat banyak sekali di tulang punggung dan di kepalanya banyak titik berwarna hitam (itu energi virusnya). Kurang lebih setelah 30 menit saya mengirimkan energi, dia berubah menjadi Putih. Saya periksa lalu saya beritahu istrinya, “jangan kuatir. Kalau menurut apa yang saya mengerti, proses penyembuhan pasti terjadi hari ini dan besok”. Pulang dari melayat, + lagi 4 jamnya. Kami kembali bermeditasi melakukan hal yang sama. Ketika yang kedua kita rasakan, sudah enak, sudah bersih, sudah ridak berwarna hitam lagi. Di Singapore keadaannya masih gawat, sebab ketika diperiksa oleh dokter, dokter belum tahu penyebabnya. Dua hari kemudian baru diketahui hasilnya. Setelah 2 hari, murid kami menelpon, “Pak Merta Ada, betul ini virus. Namanya virus simplex. Yang sudah menyerang otaknya sehingga mengakibatkan peradangan otak. Sehingga tidak bisa mengontrol diri (menginitis) menjadi cacat”. Saya sarankan kepada ibu itu untuk tetap tenang, tidak kuatir, sebab suaminnya akan dapat disembuhkan kembali. Keesokan harinya (jumat) saya berangkat ke Singapore untuk menengok. Ketika saya sampai disana, dia sudah sadar. Esoknya juga tambah baik. Semakin hari keadaannya makin baik. Hari jumat lalu, saya kembali dikabarkan kalau bapak itu kena penyakit lagi, dia tidak bisa mengontrol kencingnya. Dokter disana bilang, virus ini menyerang hormon euretiknya sehingga tidak bisa dicegah. Pasien ini takut mendengar penjelasan dokter seperti itu. Kemudian ia kembali menyanyakan saya. Setelah saya periksa lalu saya jelaskan. “jangan khawatir, ini hanya bakteri saja. Kalau bakterinya hilang, dia akan sembuh.” Dokter memerlukan waktu dua hari untuk menyelidiki penyebab penyakitnya. Kemarin istrinya kembali menelepon saya, “Pak Merta, sekarang dokter sudah tahu penyebabnya. Ternyata memang betul ada bakteri di saluran kencingnya. Setelah diberikan anti biotic, sekarang sudah normal kembali”. Menurut saya, seharusnya dia hari ini atau besok sudah boleh pulang ke Indonesia. Tapi karena pengaruh virusnya, sehingga memerlukan waktu 6-9 bulan untuk pulih kembali normal. Memerlukan waktu untuk menumbuhkan kembali saraf-saraf di otaknya. Kenapa saya menceritakan ini? sebab pikiran kalau dilatih, dia akan mempunyai kemampuan yang bukan main. Dia tidak mengenal jarak atau waktu. Begitu memikirkan Singapore, pikiran sudah ada di Singapore. Begitu hebatnya pikiran. Kita latih, tergantung dengan apa yang kita perlukan. Saya kebetulan adalah guru meditasi, penyembuh. Maka saya latih pikiran saya untuk memeriksa penyakit. Tapi kalau anda adalah seorang pelukis, maka setelah tenang pikiran dilatih untuk membayangkan inspirasi lukisan, sehingga lukisan yang dihasilkan akan bertaksu. Pikiran bisa digunakan untuk apa saja, sesuai dengan profesi kita. tergantung dengan apa yang kita arahkan. Pertama caranya adalah pikiran harus di-nol kan dulu. Maksudnya dikosongkan, tapi kosong yang berisi. Dihilangkan kebencian, keserakahan dan keegoisannya. Jika yang jelek sudah dihilangkan maka yang tersisa di pikiran hanya yang lembut, konsentrasi, sadar. Sehingga ber-taksu. Jika dikosongkan, pura-pura melupakan semuanya, itu namanya kebodohan. Yang dimaksud mengosongkan pikiran adalah sifat kuatir, gelisah dan ego, itu dikosongkan. Apapun profesi kita jika kita bisa mengosongkan pikiran jelek kita, maka pikiran kita akan mampu menyempurnakan profesi kita. Saat kita meditasi disini. Setelah kosong pikirannya beberapa menit, saya selalu mengajak semua mendoakan “semoga bahagia, aman dan selamat”. Pikiran kosong yang jernih kita pancarkan ke seluruh alam semesta. Akan memudahkan kemana pun kita pergi dengan keamanan dan keselamatan. Pikiran lalu kita pancarkan ke seluruh alam semesta supaya sehat dan sejahtera. Maka akan memudahkan kesehatan itu datang. Pikiran yang kosong, jika kita pancarkan dengan sadar, bijaksana, maka akan memudahkan kita bertemu dengan ilmu yang baik. Lakukan setiap minggu seperti itu. Dasarnya tetap, pikiran harus dijernihkan dulu. SENIN, 26 NOVEMBER 2007,ditulis oleh Ayu/ Tim BU di BUC Sanur. |









