| Pasrah aktif membuahkan kesembuhan |
|
|
|
|
Jakarta Cannossa 22 - 28 Agustus 1999 Dari dulu saya sangat tertarik dengan hal-hal yang bersifat spiritual. Saya ingin tahu apa itu meditasi. Pengertian saya waktu itu dengan meditasi adalah orang yang lebih bersikap bijaksana dan pengertian. Dan saya ingin membuktikan. Bagaimana sih, orang yang bermeditasi bisa lebih bijak dan Bagi saya, juga menjadi suatu misteri bagaimana dengan pikiran saja orang bisa menyembuhkan penyakit. Bagaimana hal itu dapat saya percaya?.... Masa sih, pikiran bisa menyembuhkan kanker yang berat-berat itu. Dan yang aneh juga kebetulan ibu dari ipar saya mengalami kesembuhan yang nyata melalui meditasi.Saya kesini bawa harta karun paling banyak. Suami saya bilang, "Kamu bawa susu yang banyak. Kalau lapar kamu bisa minum susu!" Susu itu enam, Pak. Susu dan roti. Malu saya, Pak. Pada saat saya disuruh menyerahkan itu, pikiran saya nakal. "Nanti kalau saya kelaparan bagaimana, Pak ?" Saya Ternyata sekarang saya tahu bahwa dalam hidup ini saya serba ketakutan, kebencian, keserakahan, iri, khawatir, ragu-ragu, tidak sopan, egois, liar, sombong, pokoknya banyak yang salah. Lalu saya punya ciri-ciri kalau saya tegang, disini saya sakit. Kalau rasa sakit itu timbul saya langsung panik.... dan pembantu saya suruh pijat. Nah, anehnya waktu saya ikut meditasi ini, rasa sakit itu tidak pernah muncul lagi. Hanya saat Pak Merta beri ceramah, keras sekali rasa sakitnya. Saya langsung ambil posisi meditasi. Padahal saya ingin dengarkan ceramah, tapi saya tidak tahan. Mungkin dengan munculnya pikiran harmonis, yakni: tenang, seimbang, pasrah, sadar akan "annica".... bisa sembuh! Kira-kira 5 menit saja saya sudah sembuh. Dari sini saya sadari bahwa tidak boleh takut kalau sakit. Disadari saja, tidak usah minta disembuhkan. Dahulu kalau sakit saya sering berdoa: "Tuhan, saya takut, Tuhan. Sakit sekali Tuhan. Tolong Tuhan". Ini karena saya percaya, dan iman saya mengatakan bahwa segala kesembuhan itu datangnya dari Allah. Sekarang dengan meditasi ini ada sedikit pertentangan dalam hati saya, dalam iman saya: apakah hanya menggunakan pikiran harmonis, dan tidak boleh minta tolong Tuhan? Pagi harinya Pak Merta memberikan ceramah, persis apa yang ingin saya dapatkan. Yaitu tentang sikap pasrah yang aktif. Penyembuhan datangnya dari Tuhan, tapi pikiran harmonis itu juga karunia Tuhan yang diberikan kepada kita, hanya kita tidak tahu menggunakannya. Dan kita menyembuhkan diri dengan itu: Oh Tuhan.... Tuhan....! Kasihan Tuhannya. Ya, kita sebenarnya diberi potensi untuk itu. Saya merasa sangat beruntung bisa belajar dari Pak Merta. Saya merasa banyak sekali manfaat dari pikiran harmonis tadi. Kalau kesempatan ini diberikan kepada banyak orang akan lebih baik. Sebelum saya berangkat meditasi, banyak teman-teman mencegah saya. "Jangan Mira....jangan ikut meditasi... kalau ikut meditasi, hati-hati, lho! Karena meditasi itu kan diajarkan untuk kosongkan pikiran, sehingga nanti kamu bisa kerasukan, lho!" Ya... saya tidak perlu banyak omong dengan teman-teman. Mereka sayang sama saya dan tidak salah karena mereka tidak tahu saja dan tidak mendapatkan informasi yang benar mengenai meditasi. Jadi baiknya kita semua memberikan informasi yang benar. Terima kasih, Pak
Mira Gunadi (Untuk menjaga privasi peserta, nama-nama yang ada dalam kesaksian ini telah kami ganti) |









