Home
Dari Dapur Redaksi Bali Post PDF Print E-mail

 

Berdasarkan catatan pada dokter perusahaan, ternyata jumlah karyawan yang memerlukan pengobatan dokter jauh menurun dibandingkan ketika sebelum meditasi menjadi “gaya hidup baru” di lingkungan Bali Post. Kenyataan ini tentu sangat menggembirakan.

Dari Dapur Redaksi

Olah Raga Usada

Pembaca yang budiman, sebagai insan yang bekerja di lembaga pers yang mengutamakan keberimbangan, kami berusaha selalu menyuguhkan informasi yang berimbang berdasarkan prinsip cek dan ricek. Dalam kehidupan keseharian pun, kami berusaha menjaga kesehatan secara berimbang. Berimbang antara kesehatan fisik, mental, dan spiritual.
Untuk mencapai keseimbangan tersebut, dalam tahun 2001 ini Redaksi Bali Post, demikian juga unit-unit lain di Bali Post dan kelompok medianya menjadikan meditasi sebagai salah satu program kerja.

Jauh Sebelumnya
Kegiatan meditasi yang sebetulnya sudah kami laksanakan jauh sebelumnya, akhirnya resmi menjadi program kerja. Waktu itu kami melakukan hening – seusai melakukaan doa bersama. Secara prinsip hening yang kami lakukan sama dengan meditasi.
Meditasi secara terprogram dengan bimbingan ahlinya, kemudian kami lakukan pada triwulan terakhir tahun 2000. Kami mendapat bimbingan dari Ibu LK Suryani dan Bapak Merta Ada. Artinya, ada karyawan Bali Post yang di bawah bimbingan Ibu Suryani dan ada yang di bawah bimbingan Bapak Merta Ada.
Para redaktur dan asisten redaktur, termasuk yang ikut dalam bimbingan Bapak Merta Ada. Bahkan, mereka bisa dikatakan sebagai “proyek percontohan” karena secara formal merekalah yang pertama kali mendapat kesempatan berlatih meditasi di lingkungan Bali Post. Waktu itu, 20 orang dari jajaran redaksi melakukan “wajib meditasi” pada tiap Jumat sore di bawah bimbingan Bapak Merta Ada dan asistennya.  
Setelah sekian lama melaksanakan meditasi secara teratur, pembaca tentu ingin tahu apa yang kami peroleh. Meditasi sebagai salah satu cara untuk mencapai hidup sehat, ternyata membuahkan hasil. Berdasarkan catatan pada dokter perusahaan, ternyata jumlah karyawan yang memerlukan pengobatan dokter jauh menurun dibandingkan ketika sebelum meditasi menjadi “gaya hidup baru” di lingkungan Bali Post. Kenyataan ini tentu sangat menggembirakan.
Kemudian, setelah sekian lama melakukan meditasi, kami merasa itu tidak cukup. Untuk mengoptimalkan kesehatan dan kebugaran, olah raga fisik tetap diperlukan.
Untuk olah fisik, kini kami mendapatkan jenis olah raga yang pas dengan “gaya hidup baru” kami. Olah raga ini disebut senam usada. Senam dengan gerakan-gerakan ringan, bahkan ada yang diadopsi dari gerakan tari kecak ini begitu sederhana namun sangat bermanfaat untuk pengobatan dan menunjang meditasi. Di lingkungan Bali Post, olah raga ini sebelumnya baru dikenal oleh jajaran redaktur dan asisten redaktur, yang berlatih meditasi di bawah bimbingan Bapak Merta Ada. Kini seluruh karyawan di Kelompok Media Bali Post tiap Jumat pagi melakukan olah raga ini.
Setelah mendapatkan nikmatnya hidup dengan secara rutin melakukan meditasi dan olah raga usada, kami pun ingin membagi kesempatan dengan masyarakat Bali. Kalau ada masyarakat, secara berkelompok, mungkin dalam suatu instansi ataupun sekeha teruna berminat mempelajari olah raga meditasi ini, Bapak Merta Ada telah menyatakan kesiapannya memberikan bimbingan. Silahkan hubungi Bali Usada Meditasi, telepon 289209. (*)