Home
Susah dan Senang PDF Print E-mail

Minggu ini 1/6 sept 08

Susah dan senang.

Semua orang menghadapi hal "susah" merasa paling menderita,mengapa? Karena tidak mengerti proses hidup dan kehidupan dengan baik,dan tidak mempunyai pikiran yang kuat dan harmonis untuk menghadapinya. 

 

Susah dan senang. 

 

Seperti biasa saya menerima pasien di sore hari dan mengajar Meminggu di BUC Sanur di hari Senin.Pasien berkonsultasi dengan masalah:

-imum system disorder,

-istri yg selalu problem dengan suami yang baik tapi tak henti-hentinya selingkuh,

-orang Australia yang trauma tidak bisa memaafkan Ibu yang kejam padahal dia sendiri sudah menjadi ibu,

-orang tua yang merasa belum cukup berhasil karena anaknya belum nikah,dll.

 

Problem kehidupan yang ada dan terus akan ada, yang setiap orang  menghadapi derita ini bertanya mengapa harus dia yang mengalami? ,padahal kalau direnungkan inilah kehidupan dan kenyataan hidup, setiap orang bisa mengalami seperti itu.Kalau senang jarang kita ingat,tapi susah serasa semua hanya untuk kita.

 

Semua orang menghadapi hal tersebut merasa paling menderita,mengapa? Karena tidak mengerti proses hidup dan kehidupan dengan baik,dan tidak mempunyai pikiran yang kuat dan harmonis untuk menghadapinya.

Memang masalah pasti masih muncul,tapi dengan mempunyai kebijaksanaan tentang hidup masalah lebih mudah dihadapi dan tidak akan mudah melibas kita  sampai tak berdaya.

 

Dalam meditasi saya suruh peserta untuk berdoa sesuai keyakinan masing-masing,dengan harapan kepasrahan terlatih,kesombongan berkurang dan bersyukur dengan hal yang sudah dimiliki.Lalu pikiran dilatih agar kuat dan harmonis dengan menggunakan badan dan memori kita sebagai alat/obyek perenungan,jalan,pijakan untuk membiasakan diri menghadapi susah dan senangnya kehidupan ini.

Pikiran akan menjadi tenang seimbang ,kuat dan harmonis untuk mengkondisikan badan menjadi sehat,trauma berkurang dan kebahagiaan dalam hidup sehari-hari mudah kita miliki.

 

Semoga Semua Hidup Berbahagia.