Home
Masih Ada Bis Lain PDF Print E-mail

Kisah Sederhana Yang Begitu Indah

Pada suatu malam yang dingin dan hujan, saya sedang menunggu bis. Saya melihat seorang perempuan tua turun dari sebuah bis dan kemudian berjalan perlahan ke tempat pemberhentian bis. Setelah berdiam beberapa saat dia berbicara kepada saya. "Malam yang buruk, ya? Tapi saya harap saya tidak perlu menunggu terlalu lama." Dengan sedikit
ingin tahu, saya bertanya tentang bis mana yang ia tunggu.

Ketika ia memberi tahu, saya berkata, "Lho, Anda baru saja turun dari bis sebelum tempat yang anda tuju?"
"Begini, katanya terbata-bata dengan sedikit malu, "di bis tadi ada seorang pemuda cacat. Tak seorang pun menawarkan tempat duduk kepadanya, dan saya tahu bahwa dia akan merasa malu kalau seorang ibu tua seperti saya berdiri untuknya. Karena itu saya berpura-pura sudah waktunya untuk turun dan saya membunyikan bel ketika ia sedang berada di sisi kursi saya. Dia tidak merasa malu, dan bagi saya – masih selalu ada bis lain." (From Sandman)

 

Perbuatan baik yang sempurna,tanpa pamrih ingin mengurangi penderitaan pemuda cacat,waspada sehingga pemuda cacat tidak malu dan orang disekitar tidak tersinggung,mengorbankan kemudahan sendiri dengan penuh cintakasih rela menunggu bis yang akan datang.Luar biasa !!! (merta ada)