Home
Dengan Meditasi Memperoleh Kesehatan PDF Print E-mail

Oleh                      : Michele Cempaka
Diterjemahkan oleh : Bp. Nico Krisnanto

 Merta Ada, seorang pria dengan tampilan lembut dan senantiasa tersenyum ramah, telah mengajar meditasi di pulau Bali sejak 1993. Sampai kini sudah 86,000 orang yang ikut pelatihan Bali Usada. Apa rahasia keberhasilan pelatihan meditasi pak Merta Ada?

Mungkin ada kecenderungan bahwa orang ingin mencari metode penyembuhan yang lebih lengkap, yang menyentuh lebih luas daripada sekedar badan kasar kita; bahkan juga yang mencakup keyakinan bahwa emosi dan nuansa pikiran kita dapat berpengaruh sangat kuat pada seluruh kesejahteraan hidup kita. Merta Ada membagikan pandangannya tentang bagaimana pikiran harmonis dan kesadaran badan yang bijaksana dapat sangat membantu proses penyembuhan kita.

“Selama 5 ribu tahun kita telah punya budaya penyembuhan di Bali. Kemudian setelah itu, masuklah pengaruh dari kebudayaan India dan China. Keseluruhan budaya ini kemudian digabungkan di Meditasi Bali Usada.

Merta Ada mendapatkan banyak inspirasi dari salah satu guru utama Bali – Mpu Kuturan, yang menelusuri 4 unsur dari tubuh kita: tanah, air, api, angin. Dia mengajarkan bahwa jika keempat unsur ini tidak seimbang, kita akan jatuh sakit. Kehebatan ajaran Mpu Kuturan sudah ada seribu tahun yang lalu, ketika saat itu dia dapat meneliti jenis dan sifat tumbuhan yang sesuai untuk penyembuhan.

Ada sekitar 105 macam ramuan sudah tersedia di Bali Usada Meditation Center bagi penyembuhan yang sakit. Merta Ada meneliti informasi dari kitab-kitab kuno yang dia gabungkan dengan pengetahuannya sendiri sebagai seorang Buddhist, yaitu dengan memasukkan manfaat berlatih meditasi untuk penyembuhan. Dia satukan semua pengetahuan ini dan menciptakan apa yang kini dikenal sebagai meditasi Usada.

“Saya pilih nama Bali Usada, karena dalam bahasa setempat ‘Bali’ berarti persembahan dan ‘Usada’ berarti kesehatan; jadi kita ingin mempersembahkan kesehatan kepada semua orang. Kesehatan didasarkan pada pikiran baik, maka apa yang anda lakukan pertama-tama adalah melatih pikiran baik untuk timbul. Saat pikiran baik itu muncul, anda latih lebih dalam lagi dengan Kebijaksanaan untuk mencapai pikiran harmonis. Banyak orang mempunyai pikiran baik, tetapi ini belum cukup untuk menyembuhkan sakit. Kalau kita punya pikiran harmonis dan ketika kebijaksanaan muncul, kita merasakan tubuh kita dan ketidak-kekalan didalamnya, maka kemudian pikiran kita menjadi lentur. Ketika hal demikian terjadi, ini mempengaruhi tubuh kita, seperti misalnya hypothalamus, neurons, dsb. yang bertindak seperti obat. Jadi... saya mengajarkan orang untuk membentuk pikiran baik dahulu, dan setelah itu pikiran harmonis. Jika pikiran harmonis muncul, gunakan itu untuk merasakan tubuh dengan cermat. Contohnya, rasakan secara kasar seluruh tubuh, dan setelah itu badan meridian, lalu badan chakra dan akhirnya badan mental.

Jika kita dapat merasakan tubuh dengan cermat, kita dapat menyembuhkan sakit kita dengan cermat pula. Saya telah belajar dari guru saya dan melalui pengetahuan saya sendiri bahwa kita harus merasakan bagian demi bagian tubuh kita. Saat kita lakukan ini, kita menyentuh diri sendiri dalam tubuh dan membran kita. Membran lalu menyampaikan informasi baru ini ke DNA, yang nantinya membentuk sel baru. Itulah sebabnya maka tubuh kita akan menjadi segar dan kita akan tampak lebih sehat dan lebih bahagia, sehingga kita tidak akan cepat menjadi tua. Semuanya ini berlangsung di badan kasar.

Dengan cara yang sama, kita dapat merasakan tubuh bagian demi bagian; apa pun sensasi dan getaran yang terjadi di tubuh kita tersambung dengan memori kita. Jadi, jika kita rasakan sensasi di tubuh kita, pada saat itu juga kita rasakan rekasi dalam memori kita. Jika kita rasakan dalam kebijaksanaan dengan meletakkan rasa lembut dan kasih-sayang, maka kita dapat mengurangi reaksi buruk dalam memori. Maka, semua trauma, penyakit, ketidak-bahagiaan, serangan panik, dan segala gangguan sakit yang dialami dalam kehidupan sehari-hari akan semakin berkurang,” kata Merta Ada.

Ia nyatakan telah menerima ribuan kesaksian dari orang-orang yang telah mempraktekkan meditasi dan menyembuhkan diri mereka sendiri sebagai hasilnya. Sambil mengakui tidak semua orang berhasil sembuh, toh banyak orang yang tadinya buta atau terkena kanker telah berhasil pulih benar.

 “Banyak macam penyakit.. saya tidak katakan 100% seluruhnya, tetapi banyak penyakit itu yang berasal di badan mental, badan chakra dan badan meridian
Yang dapat kita sembuhkan melalui pikiran kita. Tentu saja kalau kita sakit di badan kasar dan memerlukan operasi medis, kita harus melakukannya. Atau, jika kita terserang infeksi bakteri kita perlu antibiotik, sebab satu penyakit bisa menyebabkan banyak banyak masalah. Jadi apa yang saya mau katakan adalah bahwa dengan berlatih meditasi dan pengembangan pikiran baik, kita dapat sembuhkan 70% penyakit kita yang dapat disembuhkan 100% dengan pikiran harmonis. Seharusnya kita dapat mengurangi sakit kita dengan menggabungkan terapi dokter, ramuan jamu atau akupunktur.

“Banyak orang yang saya jumpai yang telah melakukan meditasi selama 20 tahun dan teap saja punya masalah kesehatan. Misalnya, mengapa herpes mereka masih ada? Jika mereka berlatih meditasi dengan pikiran harmonis, herpes itu akan lenyap. Saya punya seorang teman yang sudah berlatih meditasi ini dan sudah selama 5 tahun herpesnya tidak muncul lagi. Kita dapat mengajarkan orang bagaimana melakukan meditasi ini. Ia harus mulai dengan merasakan organ seks dan chakra seks, demikian juga virus yang ada di tulang punggung dimana berada sistem syarafnya. Virus ini adalah kecemasan; ia menerima hangat dari alkohol dan nikotin. Jika kita mengurangi konsumsi alkohol dan nikotin dan kurangi rasa cemas, serta menggantikannya dengan cinta-kasih dan kebijaksanaan, maka herpes akan menjadi lumpuh,” kata Merta Ada.

Dengan setia pada jalan hidupnya ini, Merta Ada telah merawat lebih dari 15 orang dengan HIV selama 15 tahun ini. Ia tegaskan bahwa kesehatan mereka masih tetap baik karena kelenturan pikiran mereka. Inilah yang sangat penting jika seseorang ingin menyembuhkan diri sendiri.

“Bagi kelas pemula, saya pastikan mereka membangun pikiran yang bersih dan harmonis; untuk itu mereka harus berlatih dengan 30% kesadaran, 30% konsentrasi, 30% kebijaksanaan dan 30% cinta-kasih, sehingga mereka nanti dapat menggunakannya di kehidupan sehari-hari. Setelah itu, terserah pilihan mereka. Jika mereka berniat untuk mencapai konsentrasi tinggi yang disebut “samadhi”, maka mereka fokus saja pada konsentrasi. Jika mereka berniat untuk menjadi rendah-hati dan merasa nyaman kemana saja mereka pergi dan dapat membina hubungan baik dengan teman-teman mereka, maka dapat saya latih 100% “Kebaikan Cinta-kasih”. Atau, jika mereka ingin belajar bagaimana untuk berada pada saat ini, saya dapat latih hanya kesadaran. Akhirnya, jika mereka ingin meningkatkan kehidupan mereka dan percaya bahwa dibalik segala perubahan dalam hidup kita ini ada sesuatu absolut yang kita sebut ‘Moksa’ atau Tuhan, saya dapat latih mereka 100% kebijaksanaan sehingga mereka memperoleh pencerahan. Saya dapat melatih mereka, meskipun ini berarti bahwa saya sendiri belum mencapai kesana, teapi saya telah memahami hal ini dari guru saya dan saya praktekkan sekarang, maka kita dapat bersama melakukannya,” kata Merta Ada.

Ada orang yang datang ke meditasi Bali Usada karena mereka ingin sembuh dari  suatu penyakit fisik, ada lainnya bergabung untuk mencapai pencerahan. Merta Ada senang mengajar semua muridnya cara-cara untuk meningkatkan kehidupan mereka dan mencapai pencerahan. Ia mengembangkan teori bahwa pikiran kita itu terdiri dari 52 pintu, yaitu marah, cemas, kemelekatan, ego, keragu-raguan, ketakutan, kebencian, dengki, serakah, dsb. Pintu-pintu ini menciptakan kesengsaraan dalam hidup kita. Dibalik pintu-pintu kebaikan kita jumpai cinta-kasih, ketenangan, kebijaksanaan, keyakinan, dsb; itulah kwalitas yang kita perlu latih peningkatannya. Nantinya kwalitas inilah yang menjadi kekuatan dasar dari pikiran kita yang dapat mengurangi kemungkinan untuk jatuh sakit. Agar hal ini menjadi kebiasaan, kita perlu berlatih meditasi setiap hari 30-45 menit.

Setiap hari Senin pukul 6 - 8 malam di Center Sanur-Bali, Merta Ada melatih meditasi dan olah raga usada pada murid-muridnya. Disitu murid alumni dibimbing dengan praktek harian Meditasi Usada, yang telah dikenal ampuh membantu banyak orang untuk menguatkan pikiran dan menyehatkan tubuh mereka. Latihan Usada juga membantu untuk membersihkan reaksi buruk dari memori. Selain pelatihan mingguan, Meditasi Bali Usada sering menyelenggarakan kursus 8-minggu di Center atau ‘tapa brata’ intensif 7-hari di berbagai tempat seperti Bali, Jakarta dan Australia. Ada tapa brata yang diberikan dalam bahasa Inggris oleh Merta Ada, meski lebih banyak dalam Bahasa Indonesia.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi Meditasi Bali Usada di:
0361-289209 atau SMS: 0816571253.

Semoga Semua Hidup Berbahagia